Apa yang Kami Lakukan

Langgengnya perdamaian dan demokrasi hanya dapat dicapai jika setiap individu bertanggung jawab atas tindakan mereka, dan perangkat hukum diterapkan secara adil.

AJAR berupaya memperkuat mitra, baik tingkat nasional dan regional, dalam upaya mengakhiri impunitas. Termasuk berupaya membangun landasan bagi terwujudnya pertanggungjawaban dan penegakan hak asasi manusia lewat peningkatan ketrampilan dan pengetahuan, memperkuat organisasi mereka, dan membantu mereka untuk mengakses sumber daya yang mereka butuhkan.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pelatihan dan lokakarya dengan menggunakan berbagai metodologi inovatif; pertukaran belajar dengan fokus khusus pada berbagai pembelajaran dan pengalaman antara wilayah Selatan-Selatan; bantuan teknis oleh pakar internasional dan regional dalam bidang keadilan transisi, hak asasi manusia, bantuan hukum, keadilan gender, dan penguatan institusional; riset dan advokasi dengan metode partisipatoris dan memanfaatkan perangkat sosial media; penguatan dan dukungan untuk organisasi mitra lokal termasuk kemitraan strategis jangka panjang.

Beberapa kegiatan AJAR adalah:

Pelatihan:

  • Litigasi strategis dan pemulihan untuk pelanggaran hak sosial ekonomi;
  • Kebebasan berkeyakinan dan upaya memerangi intoleransi beragama. Melibatkan para pemimpin berbagai organisasi agama di Indonesia sebagai peserta;
  • Manajemen pengetahuan untuk organisasi hak asasi manusia;
  • Aktivisme berkelanjutan untuk perempuan pembela hak asasi manusia yang bekerja di wilayah-wilayah konflik;
  • Strategi untuk memerangi pelanggaran hak asasi manusia terkait isu HIV dan transgender;
  • Video untuk perubahan. Meningkatkan kapasitas para aktivis muda untuk membuat video dan film terkait hak asasi manusia;
  • Keadilan transisi di wilayah Asia Pasifik;
  • Strategi keadilan transisi dalam konteks pascakonflik Sri Lanka;
  • Memperkuat penegakan hukum melalui pembangunan sistem bantuan hukum di Myanmar

Pertukaran belajar:

  • Kunjungan duapuluh enam anggota parlemen dari Myanmar/Burma ke Indonesia selama satu minggu untuk belajar dari pengalaman 15 tahun transisi demokrasi di Indonesia;
  • Kunjungan delapan belas pemimpin kelompok masyarakat sipil dari Myanmar/Burma ke Indonesia selama satu minggu untuk mempelajari transisi dan peran organisasi masyarakat sipil;
  • Kunjungan perwakilan organisasi korban Timor-Leste yang bekerjasama dengan organisasi masyarakat sipil di Indonesia untuk mendiskusikan berbagai pendekatan strategis menuntaskan pelanggaran hak asasi manusia.

Bantuan teknis dan saran kepada:

  • Dewan Pertimbangan Presiden Indonesia terkait program reparasi untuk para korban;
  • Parlemen Timor-Leste terkait implementasi rekomendasi CAVR;
  • Anggota DPR Aceh mengenai rancangan undang-undang komisi kebenaran dan rekonsiliasi;
  • Mahkamah Agung, Jaksa dan masyarakat sipil di Myanmar dalam membangun sistem bantuan hukum yang berkelanjutan;
  • Perwakilan Tetap PBB untuk memantau perkembangan dalam keadilan rekonsiliasi dan rekonstruksi di Sri Lanka;
  • Asosiasi korban di Indonesia, Timor Leste, Myanmar dan Sri Lanka perihal strategi untuk pengungkapan kebenaran, mencari keadilan dan reparasi;
  • Berbagai organisasi di Indonesia untuk membangun sistem bantuan hukum yang berkelanjutan di tingkat nasional.

Riset dan advokasi:

  • Riset kolaboratif tiga negara tentang keadilan bagi pelanggaran hak asasi manusia berbasis gender di Indonesia, Timor Leste dan Myanmar;
  • Mengungkap kekerasan massif yang tersembunyi di Indonesia Timur selama rezim Orde Baru;
  • Kampanye koalisi masyarakat sipil “Tahun Kebenaran”, prakarsa yang melibatkan 45 organisasi masyarakat sipil
  • Tim teknis untuk memproduksi sepuluh episode drama televisi populer bertema penegakan hukum dan hak asasi manusia di Myanmar;
  • Pertukaran belajar dalam upaya mencegah praktek penyiksaan di negara-negara Asia (sedang berlangsung)

Memperkuat dan mendukung organisasi mitra di tingkat lokal

  • AJAR memberikan pelatihan dan dukungan untk memperkuat organisasi korban agar dapat mempengaruhi kebijakan dan mekanisme keadilan di tingkat nasional secara lebih efektif.
  • AJAR juga memberikan dukungan untuk memperkuat aspek administrasi, keuangan, dan sistem manajemen pengetahuan bagi organisasi hak asasi manusia, dan membantu mereka untuk mengidentifikasi peluang dalam pencarian dana.

Copyright ® 2014 Asia Justice and Rights (AJAR). Developed by TemanWeb. All rights reserved.